English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Memilih Permainan Untuk Bayi


Bermain adalah belajar bagi bayi. Aktivitas bermain tak perlu dibatasi hanya dengan mainan-mainan serba jadi. Bayangkan bagi bayi yang tinggal di pedalaman, meski tak mengenal mainan kota tetap dapat belajar dengan mainan seadanya. Yang penting kita dan si kecil dapat menikmati interaksi yang menyenangkan.

Jadi tidak ada keharusan untuk memenuhi kamar si kecil dengan mainan. Cukup dengan satu boneka saja, misalnya, ditambah sedikit kreativitas, maka ada banyak permainan yang dapat dilakukan bersama. Kita bias menyulap boneka itu seolah-olah hidup dan berbicara dengannya, sehingga kosakata yang ditangkap si kecil pun bertambah.

Mainan murah sederhana sekalipun bisa jauh lebih bermanfaat disbanding mainan superlengkap yang mahal. Dengan syarat, orangtua bisa menyulap mainan murah itu menjadi sarana penstimulasi pancaindra buah hatinya.

Selain itu, lihat kegunaan yang didapat pada mainan. Apakah bisa merangsang indra peraba bayi, pendengaran, penglihatan, mengasah konsentrasi, mengajari bayi supaya cepat merangkak, duduk dan lain-lain. Dengan demikian, orangtua bisa tahu apa yang harus dilakukan dengan mainan yang ada. Pilihlah mainan sesuai usia.

Usia 1-3 Bulan
Mainan yang sesuai untuk bayi usia ini adalah:
Mainan Berbunyi atau klintingan. Mainkan mainan itu dihadapan si kecil hingga keluar bunyi khas. Akan lebih baik, sambil menyanyikan sebuah lagu. Jika si kecil memandangi mainan itu, gerakan ke sisi lainnya serta iringi dengan lagu.
Mainan Tekstur, untuk membuat bayi merasakan berbagai sensasi berbeda. Carilah boneka atau mainan bertekstur dengan bahan lembut, kasar dan padat.
Mainan Boneka. Carilah boneka lucu berukuran sedang. Kenalkan boneka itu pada bayi, biarkan dia merabanya. Setelah itu, buatlah semacam dialog antara boneka dengan bayi. Katakan segala hal yang sedang dikerjakan. Mainan boneka tidak hanya merangsang kemampuan berbahasa si kecil, tapi juga indera pendegarannya.
Mainan Gantung, seperti bola berwarna-warni, biarkan bayi menyentuh bola-bola itu. Mainan gantung tidak hanya bermanfaat untuk mengasah koordinasi mata dan tangan bayi, tapi juga mengenalkan bayi pada aneka warna. Bola besar sangat cocok digunakan sebagai penyangga bayi 3 bulan 3 bulan. Cobalah tempatkan tubuh bayi diatas bola, lalu letakkan perutnya di atas bola. Pegang kedua tangannya erat-erat. Perlahan, gulirkan bola ke depan dan belakang. Sangat baik jika aktivitas ini diiringi dengan lagu. Gerakan mengayun-ayun ini tidak hanya menenangkan bayi, tapi juga merangsang perkembangan otaknya.

Usia 3-6 Bulan
Mainan Gantung, sangat bermanfaat untuk menstimulasi kemampuan visual bayi. Melatih keterampilan ini sangat penting diusia enam bulan pertama si kecil. Mainan gantung yang berbunyi juga sangat baik untuk melatih indra pendengarannya.
Cermin kecil, pilihlah mainan cermin plastic yang aman. Si kecil umumnya senang melihat wajahnya sendiri di cermin. Perkenalkan wajah yang tampak adalah sosok bayi. Gerakkan cermin dan arahkan ke beberapa anggota tubuhnya seperti tangan, kaki, rambut dan lain-lain.
Mainan Ikat. Ada beberapa mainan yang bisa diikat di tangan atau kaki bayi. Saat tangan atau kaki bergerak, mainan itu akan menimbulkan bunyi. Cobalah mengikat mainan itu di kaki. Biasanya bayi dengan reflex akan menendang-nendang kakinya. Ini sangat baik untuk melatih motoriknya.
Mainan Transportasi. Bisa kereta, mobil-mobilan, bus, pesawat dan lain-lain. Umumnya mainan ini terbuat dari bahan kain. Agar mainan itu bisa memiliki manfaat maksimal, cobalah untuk menyanyikan lagu sesuai tema transportasi itu.
Mainan Merangkak. Ada beberapa mainan yang dirancang menstimulasi bayi belajar merangkak, seperti mainan berupa binatang dan bertali. Nah, saat bayi hendak menggapainya, perlahan orangtua menariknya.

Usia 6-9 Bulan
Soft Teether/ Rattle. Umumnya mainan ini aman digunakan. Bahannya terdiri atas plastic, kain, dan karet yang lembut. Sangat baik untuk merangsang keluarnya gigi bayi.
Mainan Pencet. Mainan ini berbunyi jika dipencet. Bahannya ada yang terbuat dari kain, karet, maupun plastic. Jenisnya pun beragam. Bisa sebagai teman bermain bayi kala mandi maupun di tempat tidur.
Mainan Lampu. Bisa senter mainan atau mainan lain yang memancarkan cahaya warna-warni. Cobalah menyalakan mainan itu ke segala arah. Amati saat matanya mengikuti gerak sinar. Selain mengasah kemampuan visual bayi, juga mengenalkan aneka warna.
Putar Musik. Mainan ini bisa berupa boneka orang, binatang, tokoh kartun, dan lain-lain. Jika disetel mengeluarkan bunyi atau musik. Mainan musik ini meningkatkan pendengaran bayi dan membantu merangkaikan saraf-saraf di otaknya.
Boneka Tangan. Bayi suka mengamati boneka. Itulah mengapa, boneka tangan menjadi pilihan mainan bayi. Pilihlah boneka tangan yang disukai anak. Beragam permainan bisa dilakukan dengan boneka tangan. Permainan ini tidak hanya mengasah kognisi bayi, tapi juga kecakapan berbahasanya.

Usia 9-12 Bulan
Mainan Balok. Permainan menyusun balok, cincin (gelang), dan lain-lain sejenisnya. Biasanya terbuat dari bahan kain atau plastic. Doronglah si kecil untuk menyusun cincin besar ke kecil, kecil ke besar, dengan berbagai cara.
Mainan Tabuh. Mirip drum kecil. Bayi belajar memukul-mukul penabuh, dan mendengarkan bunyi yang dikeluarkan. Agar lebih semarak, coba iringi tabuhan musik dengan lagu yang sesuai.
Mainan Pukul. Salah satunya papan pasak berukuran besar. Perlengkapannya: papan pasak beserta palu. Semuanya terbuat dari kayu. Bayi belajar memukul pasak hingga tenggelam. Mainan ini juga sangat baik untuk mengasah kemampuan motorik kasar bayi.
Pasel Bayi. Minta bayi untuk memasangkan pasel itu. Berikan bantuan jika diperlukan.

Sumber: Bali Post 9 Juni 2011

Baca juga postingan lainnya !



 

Asna Raqilla Eshan Putri Susanto Copyright 2012 All Rights Reserved Blog Asna Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez

Asna aja nge- Blog