English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Iritasi pada Kulit Bayi, Apa dan Bagaimana Mengatasinya


Iritasi pada kulit bayi sering terjadi, beberapa keadaan dapat menjadi pemicu terjadinya iritasi, seperti: Pemakaian popok sintesis atau celana berlapis plastik yang lama tidak diganti, sering menimbulkan iritasi langsung pada kulit akibat tertimbunnya urin atau kotoran yang mengandung amonia. Tertutupnya daerah popok meningkatkan suhu maupun kelembaban di daerah lipatan bokong makin memudahkan penyerapan bahan-bahan kimia iritan tersebut. Bila berlangsung berulang-ulang pelindung kulit akan rusak, sehingga memudahkan berkembangbiaknya jamur, seperti Candida albicans. Pada daerah-daerah lipatan terutama pada bayi gemuk seperti daerah leher, lipat paha, lipat siku, bila terjadi penumpukan keringat yang terlalu lama maka akan mengiritasi kulit bayi. Peradangan berulang yang terjadi juga akan diperburuk dengan berkembangbiaknya jamur seperti Candida albicans. Bayi dengan riwayat keluarga alergi akan lebih sering dijumpai keluhan iritasi, seperti sisik halus di daerah kulit kepala akibat pemakaian produk kosmetika sampo ber-pH tinggi atau hair-lotion yang terlalu wangi. Dapat pula dijumpai hal serupa di daerah dada, punggung, perut akibat pemakaian minyak penghangat seperti minyak telon atau kayu putih yang digunakan terus-menerus di iklim panas. Kekeringan kulit bayi akibat pemakaian berulang sabun mandi yang mengandung antiseptik. Peradangan kronis akibat kontak bahan iritan lemah akan mempengaruhi keseimbangan flora normal kulit, dengan akibat berkurangnya daya pertahanan alamiah kulit. Bayi baru lahir yang mengkonsumsi susu sapi formula dengan kadar pH tinggi terkadang dijumpai kemerahan di daerah sekitar dubur. Bagaimana mengobatinya ? 1. Terpenting adalah pencegahannya, karena bila dicermati semua faktor penyebab iritasi pada kulit bayi dapat dicegah. Umumnya kelainan kulit baru timbul bila telah terjadi paparan yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama. 2. Hindari sementara pemakaian popok sekali pakai atau celana berlapis plastik selama peradangan. Pakailah popok kain tipis lembut yang bahannya menyerap keringat. Cuci daerah bokong dan sekitarnya setiap bayi buang air kecil atau buang air besar dengan sabun lembut untuk bayi, keringkan dengan handuk lembut ditepuk-tepuk pelan dan jangan digosok kasar. Hindari bedak saat kulit meradang. 3. Daerah lipatan yang meradang sering dikompres dengan waslap handuk yang dibasahi air, hindari pemakaian bedak untuk sementara waktu. Daerah lipatan sering dibuka dan diangin-anginkan. Bila berkeringat segera seka perlahan dengan waslap handuk yang dibasahi air, jangan digosok lalu dikeringkan dengan handuk. Pakailah baju longgar dari bahan katun yang tipis dan mudah menyerap keringat. 4. Bila dijumpai kulit bersisik dapat diberi krim pelembab khusus bayi setelah mandi. Jangan mandi dengan air terlalu panas berlama-lama. Pakailah sabun dan sampo khusus bayi. Untuk sementara waktu hindari penggunaan bedak atau berbagai produk kosmetik untuk bayi. 5. Jangan oleskan obat salep, krim atau minyak apapun di daerah yang meradang tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 6. Yang perlu diperhatikan dalah pencegahan. Iritasi pada kulit bayi lebih sering disebabkan oleh bahan iritan yang lemah seperti keringat, urin, feses, produk perawatan kulit yang salah penggunaannya, deterjen, atau cairan anriseptik dan mungkin kitapun punya andil untuk memaparkannya. Kadang-kadang timbulnya iritasi ditunjang oleh kondisi yang cocok untuk timbulnya peradangan seperti faktor kelembaban, panas, tertutup ataupun gesekan. Dari berbagai sumber Detail >>

Mengatasi Ruam kulit pada bayi (RUAM POPOK)


Diantara sejumlah gangguan kulit pada bayi, ruam popok adalah yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir. Ruam ini terjadi pada kulit di sekitar bokong bayi yang berwarna kemerahan, ruam kulit ini membuat bayi merasa gatal. Ruam popok adalah iritasi pada kulit bayi Ibu di daerah pantat. Ini bisa terjadi jika ia popok basahnya telat diganti, popoknya terlalu kasar dan tidak menyerap keringat, infeksi jamur atau bakteri atau bahkan eksema. Disebut ruam popok ( diaper rash )? Karena, gangguan kulit ini timbul di daerah yang tertutup popok, yaitu sekitar alat kelamin, bokong, serta pangkal paha bagian dalam. Meskipun ruam popok menyebabkan sakit dan sangat mengganggu bayi Ibu, namun biasanya tidak berbahaya. Ruam popok umumnya terjadi pada bayi dengan kulit yang lebih sensitif . Bila bayi ibu terkena ruam popok, penyembuhan akan terjadi dalam jangka waktu 2 minggu. Ibu dapat memberinya salep untuk ruam semisal salep yang mengandung zink atau dexpanthenol. Tapi, Anda sebaiknya pergi ke dokter bila ruam popok itu tampak semakin bertambah berat atau tidak membaik. Penyebab ruam popok cukup banyak, antara lain: 1. Kulit bayi terpapar cukup lama dengan urin atau kotoran yang mengandung bahan amonia. 2. Kulitnya terpapar dengan bahan kimia, sabun atau deterjen yang ada dalam diaper. 3. Diaper yang terbuat dari bahan plastik atau karet dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi. 4. Diare. 5. Infeksi jamur. 6. Susu formula memungkinkan bayi mengalami ruam popok lebih besar ketimbang ASI, ini karena komposisi bahan kimia yang ada di urin atau kotorannya beda. 7. Punya riwayat alergi. Sebelum ruam popok ini muncul, ada baiknya ibu mencegah saja untuk mencegah agar ruam popok ini tidak muncul, antara lain: Pilihlah popok yang Anda rasa paling pas dan nyaman untuk bayi Usahakan memilih popok yang benar-benar pas dan nyaman untuk bayi Anda. Bila ingin menggunakan popok sekali pakai (diaper), maka pastikan jenis popok yang digunakan tersebut memang cocok untuk bayi Anda. Merk terkenal atau harga mahal bukan jaminan. Bisa jadi, popok yang cukup mahal dan terkenal cocok untuk satu bayi, namun belum tentu cocok untuk bayi yang lain. Untuk itu, Anda perlu benar-benar cermat mengetahui mana popok yang terbaik untuk bayi Anda. Begitu pula bila ingin menggunakan popok dari bahan kain. Usahakan untuk memilih bahan yang nyaman misalnya katun. Jangan mengenakan popok kain terlalu ketat agar kulit bayi tidak tergesek, dan menimbulkan perih. Popok jenis kain bila tidak sering diganti justru akan menimbulkan masalah ruam popok. Bersihkan area yang terkena ruam pelan-pelan dan lembut Setiap kali mengganti popok bayi, bersihkan area yang terkena ruam (pantat) dengan lembut dan pelan-pelan. Terlebih bila ada kotoran (feses atau air kencing). Biasanya dalam kotoran bayi terdapat zat-zat yang cukup tajam sehingga kulit bayi terasa perih. Area yang sering tertutup seperti pantat dan lipatan paha menjadi sangat sensitive dan perih bila disentuh. Gunakan air hangat ketika membersihkan pantat dan area kelamin bayi, usap pelan-pelan dengan handuk atau tisu/kapas yang lembut. Jangan pernah menggosok atau mengusapnya keras-keras. Untuk bayi perempuan, bersihkan kotorannya dari arah depan ke belakang (anus), bukan sebaliknya. Hal ini amat penting agar kotoran dan bakteri dari anus tidak terbawa ke area vagina (depan). Sementara untuk bayi laki-laki, bersihkan pelan-pelan dengan kapas basah dengan cara menarik kulup kelamin pelan-pelan hingga lubang kencingnya tampak. Untuk beberapa saat, biarkan area pantat bayi terbuka Biarkan area pantat bayi terbuka tanpa mengenakan popok. Kulit bayi memerlukan sirkulasi udara yang cukup agar bisa bernapas. Area tubuh bayi yang terlalu sering tertutup menjadi lebih lembab. Kelembaban berlebih pada kulit merupakan penyebab utama ruam popok. Area yang lembab membuat bakteri dan jamur tumbuh lebih subur lagi pada area lembab tersebut. Akibatnya akan timbul semakin banyak ruam pada kulit bayi. Oleh karena itu, sebisa mungkin biarkan kulit bayi terbuka, agar tidak lembab. Jika dibutuhkan, gunakan krim pada area popok Sebenarnya kulit bayi yang terkena ruam tidak memerlukan krim atau salep pelindung. Karena krim dan salep tersebut justru akan mencegah kulit untuk bernapas secara alami. Namun, pada banyak kasus yang cukup parah, krim dan salep dibutuhkan untuk mengurangi masalah ruam popok ini. Anda bisa menggunakan krim yang mengandung zinc oxide setiap kali mengganti popok. Oleskan tipis dan perlahan pada area pantat bayi sebelum mengenakan popok. Pada kasus ruam lain dimana ruam masih saja timbul meskipun sudah menggunakan krim ruam popok yang banyak dijual bebas, Anda bisa menggunakan krim atau salep anti jamur yang dijual bebas atau yang diresepkan dokter (biasanya yang mengandung Lotrimin. Untuk kondisi ruam seperti itu, Anda patut curiga bahwa ruam yang dialami bayi Anda adalah akibat jamur (candida). Ruam jamur ditandai dengan ruam yang berwarna merah muda, menyembul, berbentuk potongan kecil dengan garis tepi yang tajam, dan terkadang sering muncul seperti jerawat yang bernanah. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengandokter bila ruam popok semakin parah, bernanah, dan tak sembuh-sembuh dalam kurun waktu lebih dari 3 hari. Dari berbagai sumber Detail >>

Dermatitis Atopi


Dermatitis Atopi adalah suatu kelainan kulit berupa ruam yang terlihat kering, kasar, bersisik terkadang merah membengkak, melepuh. Hal ini bukan disebabkan karena terkena ASI tetapi dipicu dari alergen yang ada pada makanan bayi atau ibunya bila masih mendapatkan ASI. Kelainan ini cenderung diturunkan dari keluarga terdekat. Penanganan terhadap hal ini antara lain: 1. Menjaga kulit bayi tidak terlalu kering dengan memandikannya teratur, menggunakan sabun bayi yang lembut 2. Berikan krim bayi yang lembut bila kulit terlihat terlalu kering setelah sebelumnya dikompres beberapa kali sehari dengan air dingin. 3. Perubahan temperatur yang mendadak dapat memperburuk. Jadi jangan membawanya ke tempat yang tadinya begitu dingin mendadak ke tempat yang terlalu panas atau sebaliknya 4. Hindari menggaruk, karena biasanya ruam terasa sangat gatal 5. Bila tidak hilang dengan pelembab (krim bayi tadi) perlu diberikan obat steroid yang hanya bisa diresepkan dokter 6. Hindari makanan-makanan yang diduga pencetusnya Dari berbagai sumber Detail >>

Cara Atasi Muka Bayi yang Kasar


Kulit kering mempunyai kadar minyak yang rendah dan cenderung sensitif. Tampilannya terlihat kusam,terasa kaku seperti tertarik setelah mencuci muka. Kondisi kulit tampak lebih buruk apabila terkena angin,perubahan cuaca yang drastis seperti dingin ke panas atau sebaliknya. Beberapa tips dibawah untuk merawat kulit kering : Sangat dianjurkan untuk menghindari sabun yang kadar alkalinnya tinggi. Bersihkan wajah dengan cleansing milk, pijat dengan lembut saat membersihkan dan saat membubuhkan pelembab. Pilih pembersih dengan pH balance dan non detergent. Hindari menggunakan sabun mandi saat membersihkan wajah, karena dapat mengangkat minyak alami yang berfungsi melindungi kelembaban kulit. Gunakan masker untuk kulit kering sekali dalam seminggu untuk menjaga kelembaban kulit, tetapi jangan sampai mengenai area mata tempat dimana garis garis halus paling cepat muncul. Gunakan baby oil setelah mandi untuk perawatan tubuh. Dari berbagai sumber Detail >>

Foto Asna, 22 Agustus 2011


Detail >>

Cek ke- 4, 20 Agustus 2011


Asna mendapat imunisasi: DPT I, Polio II dan HiB PRP-T I dalam satu paket yang disebut imunisai Combo. Imunisasi berfungsi mencegah penyakit Difteri, Perfusis, Tetanus, Polio dan Meningitis. Berat Badan 6, 4 kg. Biaya: Rp. 500. 000, - Detail >>

 

Asna Raqilla Eshan Putri Susanto Copyright 2012 All Rights Reserved Blog Asna Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez

Asna aja nge- Blog