English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Mengatasi Ruam kulit pada bayi (RUAM POPOK)


Diantara sejumlah gangguan kulit pada bayi, ruam popok adalah yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir. Ruam ini terjadi pada kulit di sekitar bokong bayi yang berwarna kemerahan, ruam kulit ini membuat bayi merasa gatal. Ruam popok adalah iritasi pada kulit bayi Ibu di daerah pantat. Ini bisa terjadi jika ia popok basahnya telat diganti, popoknya terlalu kasar dan tidak menyerap keringat, infeksi jamur atau bakteri atau bahkan eksema. Disebut ruam popok ( diaper rash )? Karena, gangguan kulit ini timbul di daerah yang tertutup popok, yaitu sekitar alat kelamin, bokong, serta pangkal paha bagian dalam. Meskipun ruam popok menyebabkan sakit dan sangat mengganggu bayi Ibu, namun biasanya tidak berbahaya. Ruam popok umumnya terjadi pada bayi dengan kulit yang lebih sensitif . Bila bayi ibu terkena ruam popok, penyembuhan akan terjadi dalam jangka waktu 2 minggu. Ibu dapat memberinya salep untuk ruam semisal salep yang mengandung zink atau dexpanthenol. Tapi, Anda sebaiknya pergi ke dokter bila ruam popok itu tampak semakin bertambah berat atau tidak membaik. Penyebab ruam popok cukup banyak, antara lain: 1. Kulit bayi terpapar cukup lama dengan urin atau kotoran yang mengandung bahan amonia. 2. Kulitnya terpapar dengan bahan kimia, sabun atau deterjen yang ada dalam diaper. 3. Diaper yang terbuat dari bahan plastik atau karet dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi. 4. Diare. 5. Infeksi jamur. 6. Susu formula memungkinkan bayi mengalami ruam popok lebih besar ketimbang ASI, ini karena komposisi bahan kimia yang ada di urin atau kotorannya beda. 7. Punya riwayat alergi. Sebelum ruam popok ini muncul, ada baiknya ibu mencegah saja untuk mencegah agar ruam popok ini tidak muncul, antara lain: Pilihlah popok yang Anda rasa paling pas dan nyaman untuk bayi Usahakan memilih popok yang benar-benar pas dan nyaman untuk bayi Anda. Bila ingin menggunakan popok sekali pakai (diaper), maka pastikan jenis popok yang digunakan tersebut memang cocok untuk bayi Anda. Merk terkenal atau harga mahal bukan jaminan. Bisa jadi, popok yang cukup mahal dan terkenal cocok untuk satu bayi, namun belum tentu cocok untuk bayi yang lain. Untuk itu, Anda perlu benar-benar cermat mengetahui mana popok yang terbaik untuk bayi Anda. Begitu pula bila ingin menggunakan popok dari bahan kain. Usahakan untuk memilih bahan yang nyaman misalnya katun. Jangan mengenakan popok kain terlalu ketat agar kulit bayi tidak tergesek, dan menimbulkan perih. Popok jenis kain bila tidak sering diganti justru akan menimbulkan masalah ruam popok. Bersihkan area yang terkena ruam pelan-pelan dan lembut Setiap kali mengganti popok bayi, bersihkan area yang terkena ruam (pantat) dengan lembut dan pelan-pelan. Terlebih bila ada kotoran (feses atau air kencing). Biasanya dalam kotoran bayi terdapat zat-zat yang cukup tajam sehingga kulit bayi terasa perih. Area yang sering tertutup seperti pantat dan lipatan paha menjadi sangat sensitive dan perih bila disentuh. Gunakan air hangat ketika membersihkan pantat dan area kelamin bayi, usap pelan-pelan dengan handuk atau tisu/kapas yang lembut. Jangan pernah menggosok atau mengusapnya keras-keras. Untuk bayi perempuan, bersihkan kotorannya dari arah depan ke belakang (anus), bukan sebaliknya. Hal ini amat penting agar kotoran dan bakteri dari anus tidak terbawa ke area vagina (depan). Sementara untuk bayi laki-laki, bersihkan pelan-pelan dengan kapas basah dengan cara menarik kulup kelamin pelan-pelan hingga lubang kencingnya tampak. Untuk beberapa saat, biarkan area pantat bayi terbuka Biarkan area pantat bayi terbuka tanpa mengenakan popok. Kulit bayi memerlukan sirkulasi udara yang cukup agar bisa bernapas. Area tubuh bayi yang terlalu sering tertutup menjadi lebih lembab. Kelembaban berlebih pada kulit merupakan penyebab utama ruam popok. Area yang lembab membuat bakteri dan jamur tumbuh lebih subur lagi pada area lembab tersebut. Akibatnya akan timbul semakin banyak ruam pada kulit bayi. Oleh karena itu, sebisa mungkin biarkan kulit bayi terbuka, agar tidak lembab. Jika dibutuhkan, gunakan krim pada area popok Sebenarnya kulit bayi yang terkena ruam tidak memerlukan krim atau salep pelindung. Karena krim dan salep tersebut justru akan mencegah kulit untuk bernapas secara alami. Namun, pada banyak kasus yang cukup parah, krim dan salep dibutuhkan untuk mengurangi masalah ruam popok ini. Anda bisa menggunakan krim yang mengandung zinc oxide setiap kali mengganti popok. Oleskan tipis dan perlahan pada area pantat bayi sebelum mengenakan popok. Pada kasus ruam lain dimana ruam masih saja timbul meskipun sudah menggunakan krim ruam popok yang banyak dijual bebas, Anda bisa menggunakan krim atau salep anti jamur yang dijual bebas atau yang diresepkan dokter (biasanya yang mengandung Lotrimin. Untuk kondisi ruam seperti itu, Anda patut curiga bahwa ruam yang dialami bayi Anda adalah akibat jamur (candida). Ruam jamur ditandai dengan ruam yang berwarna merah muda, menyembul, berbentuk potongan kecil dengan garis tepi yang tajam, dan terkadang sering muncul seperti jerawat yang bernanah. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengandokter bila ruam popok semakin parah, bernanah, dan tak sembuh-sembuh dalam kurun waktu lebih dari 3 hari. Dari berbagai sumber

Baca juga postingan lainnya !



 

Asna Raqilla Eshan Putri Susanto Copyright 2012 All Rights Reserved Blog Asna Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez

Asna aja nge- Blog