English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cara Mendidik Anak Sesuai Dengan Tumbuh Tembang Anak


Bentuk keluarga paling sederhana terdiri dari ayah, ibu dan anak

Anak bukan manusia dewasa yang berukuran kecil, karena anak sangat berbeda dan tidak sama dengan manusia dewasa. Perbedaan utama anak dengan manusia dewasa adalah dimana anakmempunyai CIRI KHAS yang tidak dimiliki orang dewasa, yaitu: masih berlangsungnya proses pertumbuhan dan perkembangan dengan kecepatan yang berbeda-beda pada setiap tahapan usia anak.



Pertumbuhan dan perkembangan, mencakup dua peristiwa yang berbeda, tetap saling berkaitan dan sulit dipisahkan.
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan besar, jumlah, ukuran : diukur dengan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala.



Penilaian dari Pertumbuhan Anak



Kenaikan berat badan pada tahun pertama kehidupan bila mendapat gizi yang baik :



700-1000 gram -> triwulan 1

500-600 gram -> triwulan 2

350-450 gram -> trimulan 3

250-450 gram -> triwulan 4



Berat Badan Ideal



Bayi 0-12 bulan : BBI = (umur dalam bulan + 4) : 2

Anak 1-10 Tahun : BBI = (umur tahun X 2 ) + 8



Tinggi badan




1 tahun : 1,5 TB lahir

4 tahun : 2 X TB lahir

6 tahun : 1,5 X TB 1 tahun

13 tahun : 3 X TB lahir

Dewasa : 3,5 X TB lahir




Lingkar kepala



Rata rata saat lahir 34 cm.


Umur 0-6 bulan 1,32 cm perbulan

Umur 6-12 bulan : 0,44 cm perbulan



Perkembangan yaitu bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktus dan fungsi tubuh, dengan pola teratur, dapat diramalkan, hasil dari proses pematangan contoh:kemampuan berbicara, motorik kasar, motorik halus, sosialisasi, kemandirian.



Bagi keluarga anak adalah anugrah Allah SWT yang dapat mempunyai “dua potensi”



MENJADI BAIK ATAU BURUK



Orang tua mempunyai tugas, tanggung jawab dan kewajiban untuk merawat, memelihara, mengasuh dan mendidik agar anak kelak menjadi manusia yang berkualitas.



Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain:




1. Faktor genetik: faktor bawaan normal/tidak normal, jenis kelamin, suku bangsa atau bangsa.

2. Faktor lingkungan: lingkungan yang baik akan tercapainya potensi, yang buruk tentu menghambat, yang dimaksud dengan faktor lingkungan disini antara lain:

3. Faktor lingkungan sebelum lahir: gizi ibu waktu hamil, sehat atau sakit, stress

4. Faktor lingkungan setelah lahir: kecukupan gizi, mendapat imunisasi sesuai jadwal, penyakit kronis, sanitasi lingkungan



Faktor psikososial

Stimulasi

Motivasi

Belajar


FAKTOR PSIKOSOSIAL


Ganjaran atau hukuman yang wajar

Stress

Sekolah

Cinta dan kasih sayang




TUMBUH KEMBANG ANAK



Bagaimana Anak Tumbuh



Tumbuh kembang anak berlangsung dengan unik, karena setiap organ tubuh anak mempunyai pola pertumbuhan yang berbeda dengan kecepatan yang tidak sama pada setiap tahapan usianya. Misalnya: Pertumbuhan fisik anak (Umum) berlangsung cepat pada 6 tahun pertama, kemudian pada masa pra-remaja, dan akan mengalami percepatan kedua pada saat usia remaja (12-14 tahun). Berbeda dengan pertumbuhan otaknya, yang berlangsung paling cepat dibanding organ lainnya ditubuh anak. Otak tumbuh dengan sangat cepat hanya pada usia dini terutama dibawah usia 6 tahun. Setelah itu otak akan tumbuh melambat sampai seumur hidup anak.



Peran penting NUTRISI



Nutrisi memegang peran terpenting untuk tumbuh kembang anak. Karena nutrisi dibutuhkan untuk pertumbuhan semua organ anak: untuk pertumbuhan organ reproduksi, perumbuhan fisik dan pertumbuhan otak anak. Selama proses tumbuh kembang terjadi, nutrisi juga berperan utama untuk membangun daya tahan tubuh anak sehingga anak tidak mudah sakit yang tentunya dapatmengganggu proses tumbuh kembangnya. Pada usia dini, maka pemenuhan nutrisi paling penting dibutuhkan untuk pertumbuhan otak anak.



Pertumbuhan Otak Anak




Dimulai Dalam Kandungan



Bagaimana otak anak tumbuh?? Pertumbuhan otak dimulai sejak dini sekali ketika anak masih
didalam kandungan. Pertumbuhan otak dimasa ini diawali dengan terbentuk sebuah cikal bakal otak yang berupa lempengan sejak ketika ibu hamil 18 hari. Ketika kehamilan ibu mencapai usia 4-6 bulan, pada masa ini sel-sel otak paling banyak diproduksi. Jumlah sel otak yang terbentuk pada masa ini akan sangat menentukan kualitas otak anak nantinya.



Tumbuh Pesat Setelah Lahir



Peningkatan berat otak anak yang sangat pesat pada 6 tahun pertama setelah lahir ini bukan
disebabkan oleh karena jumlah sel-sel otaknya yang bertambah. Tetapi disebabkan karena
bertambahnya jaringan penghubung antar sel-sel otak.


Saat Lahir: Berat otak anak 25% otak orang dewasa

Saat usia 6 tahun: Berat otak anak 95% otak orang dewasa

Penentunya: NUTRISI & STIMULASI



• Sel otak saling berhubungan melalui jaringan penghubung yang dinamakan sinaps

• Jumlah sinaps yang terbentuk ->menentukan kecepatan proses berpikir si anak

• Sinaps-sinaps baru akan terbentuk saat anak mendapatkan “pengalaman sensoris”



Pemberian stimulasi pada usia dini akan menentukan mana sinaps otak yang makin banyak dan makin kuat terbentuk, dan mana sinaps otak yang akan mati untuk selamanya.



Dua unsur pembentuk jaringan otak anak adalah:

1. Nutrisi, yang akan menentukan jumlah sel-sel otak anak, dan

2. Stimulasi yang akan membentuk sinaps-sinaps antar sel otak anak, Sehingga, nutrisi dan stimulasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kekurangan salah satu saja, maka otak tidak akan terbentuk sempurna.



Hanya punya sekali MASA EMAS



Anak hanya mempunyai sekali MASA EMAS dalam hidupnya yang dinamakan “PERIODE KRITIS”.
Periode tumbuh kembang otak paling pesat (95%)Setelah periode kritis terlewati otak tumbuh
melambat. Apabila masa emas ini terdapat kekurangan nutrisi dan stimulasi, maka dapat berdampak negatif jangka panjang yang bahkan sifatnya permanen dan sulit disembuhkan.



Masa emas otak anak berlangsung sejak dalam kandungan hingga mencapai usia 6 tahun, dimana otak telah tumbuh 95%. Puncak masa emas ini terjadi sebelum anak berusia 2 tahun, sehinggasangatlah penting untuk memenuhi nutrisi dan stimulasi yang optimal pada periode ini. Setelah periode emas ini terlewati, otak akan tumbuh melambat dan tidak pernah bisa tumbuh cepat kembali.



Dampak utama jangka panjang apabila otak anak tidak mendapat nutrisi dan stimulasi yang cukup adalah: gangguan fungsi kognitif atau anak tidak dapat berkembang menjadi anak yang cerdas.



Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Otak , MAKRONUTRIEN



Karbohidrat, sebagai sumber energi

Lemak dan asam lemak, untuk energi dan pertumbuhan sel-sel otak Contoh : AA, DHA, Omega

3, Omega 6 untuk kecerdasanProtein, untuk pertumbuhan sel dan fungsi otak, perlindungan infeksi.



Salah satu contoh protein yang banyak di ASI : Alfa-Laktalbumin

Beberapa manfaat Alfa-Laktabumin :



1. Meningkatkan kualitas tidur yang penting untuk fungsi kognisi

2. Mengurangi insidens diare dengan menekan pertumbuhan bakteri infeksi



Stimulasi untuk Perkembangan Otak:




1.Dapat dilakukan melalui interaksi alamiah ibu dan anak sehari-hari

2.Harus dilakukan secara teratur (berulang-ulang) setiap hari

3.Dilakukan dengan suasana senang, gembira (melalui permainan)

4.Stimulasi yang dilakukan harus sesuai dengan tahapan usia



KEBUTUHAN DASAR ANAK



Kebutuhan fisik-biomedis(ASUH)

Meliputi : Gizi, Perawatan dasar, Sandang, papan, Rekreasi



Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)

Akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan



Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)


Cikal bakal proses belajar, mengembangkan proses mental psikososial: kecerdasan,
keterampilan, agama moral


Pola Pengasuhan ikut mempengaruhi tumbuh kembang anak



1. Pola asuh Otoriter (Diktator)

Kaku, diktator, memaksa anak untuk mengikuti perintah orang tua ada hukuman fisik dan aturan tanpa penjelasan

Hasil : anak akan kurang inisiatif, kurang kreativitas dan komunikasi



2. Pola asuh Permisive (Indulgent)

Serba boleh, tidak ada tuntutan & kontrol dari orang tua terhadap anak

Hasil : tidak belajar mengontrol diri, kurang kendali diri / tanggung jawab



3. Pola asuh Neglectful

Tidak dipedulikan, diterlantarkan

Hasil : kemampuan anak rendah



4. Pola asuh Authoritative (Demokratis)

diberi conroh, dihargai, didorong, dibantu, penuh kasih sayang diberikan koreksi (bukan hukuman) agar anak menjadi mandiri

Hasil : anak lebih percaya diri, mandiri, kreatif


Sumber: Mitrakeluarga[dot]com

Baca juga postingan lainnya !



 

Asna Raqilla Eshan Putri Susanto Copyright 2012 All Rights Reserved Blog Asna Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez

Asna aja nge- Blog