English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

5 Cara Agar Anak Stop Tidur Larut Malam


Apakah si kecil termasuk yang suka tidur larut malam? Membuat anak tidur tepat waktu memang problema tersendiri untuk para orangtua.

Menurut Dr. Richard Ferber, pendiri Center for Pediatric Slepp Disorders di Rumah Sakit Anak-anak, Boston, permasalahan tersebut sebenarnya bukan karena salah anak. Justru orangtualah yang melupakan faktor pentingnya yaitu, konsistensi.

"Keteraturan dan konsistensi biasanya gagal dilakukan saat anak berusia tiga bulan," ujarnya, seperti dikutip People.

Lantas bagaimana menerapkan konsistensi tersebut agar anak bisa tidur tepat waktu? Berikut ini saran Dr. Ferber sesuai apa yang ditulisnya dalam buku 'Solve Your Children's Sleep Problems':

1. Jadwal yang Konsisten
"Waktu jadi faktor penentu," ujar Dr. Ferber. Orangtua sebaiknya konsisten soal jam tidur. Kalau memang anak ingin tidurnya tidak larut malam, jangan biarkan mereka tidur siang terlalu lama. Terapkan juga waktu tidur tersebut pada Anda, agar anak bisa mencontohnya.

2. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Konsistensi juga perlu diterapkan dalam lingkungan tidur anak. Hal ini untuk mencegah anak merasa asing dengan suasana kamarnya ketika dia tiba-tiba bangun di malam hari. Menurut Dr. Ferber, jangan lagi percaya pada mitos kalau manusia bisa tidur nyenyak sepanjang malam. "Faktanya kita kerap bangun beberapa kali dalam semalam dan itu juga terjadi pada anak," ujarnya.

3. Hindari Memberi Makan yang Tidak Perlu di Malam Hari
"Orangtua yang datang padaku dengan permasalahan sulit tidur biasanya suka memberi anak-anak mereka makan atau minum terus-menerus di malam hari," ujar Dr. Ferber. "Kebanyakan anak-anak diberi makan atau minum (susu) saat berusia lima bulan dan seterusnya," tambahnya. Aktivitas itu akan sangat berdampak pada pola tidur anak.

4. Jujur
Tips keempat ini masih berhubungan dengan tips kedua. Untuk menciptakan lingkungan dan suasana tidur yang nyaman, orangtua juga harus jujur pada anak. Dr. Ferber menekankan, jangan keluar diam-diam dari kamar anak setelah mereka tidur. Kalau memang Anda ingin meninggalkannya, biarkan anak melihatnya.

"Kebanyakan kasus yang terjadi, anak akan bangun di tengah malam dan melihat orangtuanya tidak ada, di situlah permasalahan muncul," tutur Dr. Ferber. Oleh karena itu ditekankannya, jujurlah pada anak sejak awal.

5. Patuhi Rutinitas atau Jadwal yang Sudah Dibuat
Rutinitas atau jadwal yang sudah dibuat oleh Anda, sebaiknya juga diterapkan oleh anggota keluarga lainnya yang membantu menidurkan anak. Misalnya sebelum tidur, anak dibacakan cerita dan lampu dimatikan, semua pihak harus menerapkan rutinitas tersebut. "Konsistenlah hal yang penting," tegasnya.

(eny/eny)


Sumber: wolipop
Detail >>

Video Asna, 09- 10 Maret 2013


Update Video Raqilla.






















Detail >>

Foto Asna, 10 Maret 2013


Update Foto Asna
























































Detail >>

 

Asna Raqilla Eshan Putri Susanto Copyright 2012 All Rights Reserved Blog Asna Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez

Asna aja nge- Blog